{"id":8637,"date":"2019-11-06T09:46:58","date_gmt":"2019-11-06T02:46:58","guid":{"rendered":"http:\/\/jasraputra.com\/?p=8637"},"modified":"2019-11-06T09:46:58","modified_gmt":"2019-11-06T02:46:58","slug":"dua-balita-tewas-disika-ayah-dalam-sepekan-ini-tanggapan-kpai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sekolah16.mutudev.com\/index.php\/2019\/11\/06\/dua-balita-tewas-disika-ayah-dalam-sepekan-ini-tanggapan-kpai\/","title":{"rendered":"Dua Balita Tewas Disika Ayah dalam Sepekan, Ini Tanggapan KPAI"},"content":{"rendered":"<div class=\"sticky-header hide-sticky\">\n<div class=\"main-header\">\n<div class=\"top-nav \">\n<div class=\"main-header__logo\">\u00a0<button class=\"\n                    categories-nav__link\n                    categories-nav__link--more\n                                    \">More\u00a0<\/button><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"leaderboard-ads\">\n<div id=\"div-gpt-ad-leaderboard\" class=\"\" data-google-query-id=\"CKeckLzH1OUCFYFHKwodnHkF7A\">\n<div id=\"google_ads_iframe_\/253109699\/IDNTimesMobilejatim\/News_0__container__\"><iframe id=\"google_ads_iframe_\/253109699\/IDNTimesMobilejatim\/News_0\" title=\"3rd party ad content\" name=\"google_ads_iframe_\/253109699\/IDNTimesMobilejatim\/News_0\" width=\"300\" height=\"250\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\" sandbox=\"allow-forms allow-pointer-lock allow-popups allow-popups-to-escape-sandbox allow-same-origin allow-scripts allow-top-navigation-by-user-activation\" data-google-container-id=\"1\" data-load-complete=\"true\" data-mce-fragment=\"1\"><\/iframe><strong>Surabaya, IDN Times-<\/strong>\u00a0Dalam sepekan, dua balita di Jawa Timur meninggal akibat tindak kekerasan yang dilakukan oleh sang ayah. Korban pertama adalah Agnes yang meninggal pada Rabu (30\/10) di Kota Malang setelah diinjak ayahnya di kamar mandi akibat buang air besar sembarangan. Korban berikutnya adalah Andini, balita asal Ngawi, yang meninggal pada Sabtu (2\/11) akibat dipukuli ayahnya lantaran rewel minta jalan-jalan.<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<article class=\"article  content-insights\" data-io-article-url=\"https:\/\/jatim.idntimes.com\/news\/jatim\/vanny-rahman\/dua-balita-tewas-disika-ayah-dalam-sepekan-ini-tanggapan-kpai\">\n<div id=\"article-content\" class=\"article__content full\">\n<p>Menanggapi peristiwa tersebut, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta aparat kepolisian menindak tegas para pelaku. Sebab, keluarga seharusnya menjadi pihak yang memberikan perlindungan dan rasa nyaman kepada anak-anak.<\/p>\n<div class=\"inarticle-ads\">\n<div id=\"div-gpt-ad-inarticle1\" class=\"\" data-google-query-id=\"CMLtkrzH1OUCFYFHKwodnHkF7A\">\n<div id=\"google_ads_iframe_\/253109699\/IDNTimesMobilejatim\/News_1__container__\"><iframe loading=\"lazy\" id=\"google_ads_iframe_\/253109699\/IDNTimesMobilejatim\/News_1\" title=\"3rd party ad content\" src=\"https:\/\/tpc.googlesyndication.com\/safeframe\/1-0-36\/html\/container.html\" name=\"\" width=\"336\" height=\"250\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\" sandbox=\"allow-forms allow-pointer-lock allow-popups allow-popups-to-escape-sandbox allow-same-origin allow-scripts allow-top-navigation-by-user-activation\" data-is-safeframe=\"true\" data-google-container-id=\"2\" data-load-complete=\"true\" data-mce-fragment=\"1\"><\/iframe><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>\u201cKalau seandainya orangtua tidak menjaga anaknya, maka siapa lagi? Tapi faktanya malah mereka yang melakukan kekerasan terhadap anak,\u201d kata Komisioner KPAI Jasra Putra kepada\u00a0<em>IDN Times<\/em>, Selasa (5\/11).<\/p>\n<h2>1. Minimnya pengetahuan ayah terhadap cara mengasuh anak<\/h2>\n<div class=\"embed-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.idntimes.com\/content-images\/post\/20191104\/img-20191104-wa0027-877e016b7a9498f638777679ea85bcaa.jpg\" alt=\"Dua Balita Tewas Disika Ayah dalam Sepekan, Ini Tanggapan KPAI\" \/><span class=\"main-article-source\">Warga membopong jenazah Andini Ayuningtyas (5 bulan) korban meninggal akibat dianiaya ayahnya, Minggu (3\/11). Dok.IDN Times\/Istimewa<\/span><\/div>\n<p>Lebih lanjut, Jasra memaparkan survei yang dilakukan KPAI pada 2016 terkait kesadaran keluarga dalam mengasuh anak. Dari 800 keluarga yang menjadi responden, hanya 20-30 persen ayah yang mempelajari cara mengasuh anak.<\/p>\n<p>\u201cUntuk perempuan atau ibunya, kami temukan angkanya 30-35 persen. Artinya, pengetahuan dan skill calon pengantin laki-laki dan perempuan dalam mengasuh anak masih sangat kecil,\u201d tambahnya.<\/p>\n<h2>2. Cara orangtua mengasuh anak harus diperbarui<\/h2>\n<div class=\"embed-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.idntimes.com\/content-images\/post\/20191031\/20191031125647-img-39402-eedcb19978900554cc43ebb38c9014b1.JPG\" alt=\"Dua Balita Tewas Disika Ayah dalam Sepekan, Ini Tanggapan KPAI\" \/><span class=\"main-article-source\">Polres Malang Kota saat melakukan olah TKP di Perum Tlogowaru Indah, Kamis (31\/10). IDN Times\/ Alfi Ramadana<\/span><\/div>\n<div class=\"inarticle-ads\">\n<div id=\"div-gpt-ad-inarticle2\" class=\"\" data-google-query-id=\"CKmckLzH1OUCFYFHKwodnHkF7A\">\n<div id=\"google_ads_iframe_\/253109699\/IDNTimesMobilejatim\/News_2__container__\"><iframe id=\"google_ads_iframe_\/253109699\/IDNTimesMobilejatim\/News_2\" title=\"3rd party ad content\" name=\"google_ads_iframe_\/253109699\/IDNTimesMobilejatim\/News_2\" width=\"320\" height=\"480\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\" data-google-container-id=\"3\" data-load-complete=\"true\" data-mce-fragment=\"1\"><\/iframe><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Catatan lainnya adalah cara orangtua mengasuh anak harus diperbarui sesuai dengan zaman. Orangtua yang tidak tahu cara mengasuh anak cenderung menerapkan cara yang sama dengan bagaimana mereka diperlakukan oleh orangtuanya. Alhasil, tidak menutup kemungkinan cara kekerasan turut diwariskan.<\/p>\n<p>\u201cSaat itu mungkin gak salah dan konteksnya pas. Tapi sekarang dengan perkembangan psikis dan fisik anak hari ini, tentu harus disesuaikan. Kita lihat kejadian ini terjadi di keluarga yang ekonominya cenderung rentan, tapi tidak menutup kemungkinan keluarga kaya juga jadi pelaku,\u201d tambahnya.<\/p>\n<h2>3. Keluarga yang kurang mampu bisa menerima PKH<\/h2>\n<div class=\"embed-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.idntimes.com\/content-images\/post\/20191104\/img-20191104-wa0026-ff82a44ac1b8adf0c12f54e4930b0f43.jpg\" alt=\"Dua Balita Tewas Disika Ayah dalam Sepekan, Ini Tanggapan KPAI\" \/><span class=\"main-article-source\">Sejumlah warga sedang berdoa di Makam Andini Ayuningtyas (5 bulan) korban penganiayaan yang dilakukan oleh ayahnya sendiri, Minggu (3\/11). Dok.IDN Times\/Istimewa<\/span><\/div>\n<p>Meskipun begitu, kasus di Malang dan Ngawi menurutnya bisa menjadi gambaran bagaimana kerentanan ekonomi memaksa sang ayah melakukan tindak kekerasan kepada anak-anaknya. Menurut Jasra, pemerintah sudah menyediakan skema Program Keluarga Harapan (PKH) sebagai intervensi negara dalam membantu ketahanan keluarga yang kurang mampu.<\/p>\n<p>\u201cBagi keluarga miskin, ada skema PKH, bentuknya bantuan uang yang dicairkan dalam beberapa bulan. Kalau skema ini didapat oleh mereka, minimal ketahanan keluarga bisa lebih kuat. Nah ini ada di Pemerintah Daerah (Pemda), gak tahu itu mereka dapat atau tidak, karena Pemda yang punya datanya siapa yang layak menerima,\u201d paparnya.<\/p>\n<h2>4. Pihak keluarga harus melaporkan sedini mungkin<\/h2>\n<div class=\"inarticle-ads\">\n<div id=\"div-gpt-ad-inarticle3\" class=\"\" data-google-query-id=\"CI7wkrzH1OUCFYFHKwodnHkF7A\">\n<div id=\"google_ads_iframe_\/253109699\/IDNTimesMobilejatim\/News_3__container__\"><iframe id=\"google_ads_iframe_\/253109699\/IDNTimesMobilejatim\/News_3\" title=\"3rd party ad content\" name=\"google_ads_iframe_\/253109699\/IDNTimesMobilejatim\/News_3\" width=\"300\" height=\"250\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\" sandbox=\"allow-forms allow-pointer-lock allow-popups allow-popups-to-escape-sandbox allow-same-origin allow-scripts allow-top-navigation-by-user-activation\" data-google-container-id=\"4\" data-load-complete=\"true\" data-mce-fragment=\"1\"><\/iframe><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"embed-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.idntimes.com\/content-images\/post\/20191031\/20191031122558-img-39312-cf99d91aedb5660d2130b078a46bc96d.JPG\" alt=\"Dua Balita Tewas Disika Ayah dalam Sepekan, Ini Tanggapan KPAI\" \/><span class=\"main-article-source\">Polres Malang Kota saat melakukan olah TKP di Perum Tlogowaru Indah, Kedungkandang kota Malang, Kamis (31\/10). IDN Times\/ Alfi Ramadana<\/span><\/div>\n<p>Terkait kasus yang menewaskan Agnes, si nenek sebenarnya sudah melihat tanda-tanda kekerasan terhadap cucunya. Bahkan, korban beberapa kali\u00a0 mengakui bahwa dirinya menerima tindak kekerasan dari sang ayah. Bagi Jasra, ke depannya, dia ingin seluruh keluarga turut terlibat dalam upaya mengamankan keselamatan si anak.<\/p>\n<p>\u201cSemua orang yang menyaksikan kekerasan wajib menyampaikan kepda pihak berwajib, walau situasinya sulit karena pelakunya orang dekat, sehingga cenderung diam dan dibiarkan. Ini gak boleh. Kalau sudah sampai meninggal, itu kan gak sehari-dua hari, pasti ada proses panjang perlakuan kekerasan,\u201d tutup dia.<\/p>\n<\/div>\n<\/article>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u00a0More\u00a0 Surabaya, IDN Times-\u00a0Dalam sepekan, dua balita di Jawa Timur meninggal akibat tindak kekerasan yang dilakukan oleh sang ayah. Korban pertama adalah Agnes yang meninggal pada Rabu (30\/10) di Kota Malang setelah diinjak ayahnya di kamar mandi akibat buang air besar sembarangan. Korban berikutnya adalah Andini, balita asal Ngawi, yang meninggal pada Sabtu (2\/11) akibat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":9493,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-8637","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sekolah16.mutudev.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8637","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sekolah16.mutudev.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sekolah16.mutudev.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sekolah16.mutudev.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sekolah16.mutudev.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8637"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/sekolah16.mutudev.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8637\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sekolah16.mutudev.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9493"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sekolah16.mutudev.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8637"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sekolah16.mutudev.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8637"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sekolah16.mutudev.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8637"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}