*Penolakan Oknum Salah Satu Perwira Polri Tentang Vaksin Atau Imunisasi: KPAI Jawab Vaksin atau Imunisasi Menjadi Modal Kesehatan Yang Tinggi Di Masa Depan*
Di tengah peringatan Hari Anak Nasional, WHO dan UNICEF mengeluarkan Indeks Perkembangan Anak Pada Kesehatan dan Kesejahteraan yang di teliti di 180 Negara, dengan menempatkan posisi Indonesia di urutan 117, yang terpaut jauh dari Negara Negara tetanganya, tentu sangat memprihatinkan. Bahwa pekerjaan rumah kita bersama dalam mengejar ketertinggalan modal kesehatan dan kesejahteraan anak anak Indonesia yang rendah, masih sangat membutuhkan perhatian khusus.
Namun justru di tengah upaya Indonesia mengejar modal kesehatan yang rendah anak anak Indonesia, di ujung sana terdapat Podcast dari salah satu perwira polri yang mengajak untuk menolak vaksin atau imunisasi, dengan alasan reseptor yang dimasukkan akan menyetir manusia. Bahkan disampaikan mereka yang tidak memperhatikan ini, dianggap hanya memperhatikan dunia dan akan hancur. Sangat mengerikan isi Podcast yang dilaporkan media kepada KPAI yang berjudul Podcast Forum Negarawan tersebut.
Mendapat pertanyaan dari teman teman media soal ini, Wakil Ketua KPAI Jasra Putra mengingatkan tentang capaian rendah vaksin atau imunisasi di beberapa daerah. Dan saya kira perjuangan dan komitmen Wakil Presiden Republik Indonesia dalam memingkatkan capaian vaksin atau imunisasi ini sangat kuat, beliau berkeliling Indonesia mengingatkan daerah yang capaiannya rendah, agar segera meningkatkan targetnya. Terutama ketertinggalan anak anak yang belum vaksin atau imunisasi dasar lengkap.
Karena fenomena beberapa kali Kejadian Luar Biasa penyakit yang ditemukan IDI dan IDAI menyebabkan dampak luar biasa pada anak, adalah penyakit penyakit yang sebenarnya bisa di cegah melalui vaksin atau imunisasi dasar lengkap. Dan ini terbukti bagi daerah yang melaksanakan. Sedangkan di daerah yang tidak, justru berhadapan dengan Kejadian Luar Biasa yang menyebabkan sangat merugikan tumbuh kembang anak. Akibat modal kesehatan yang rendah sejak kecil. Seperti peristiwa belum lama ini tentang KLB Campak, yang seharusnya dapat di cegah dengan vaksin atau imunisasi. Belum lagi laporan IDAI tentang pertambahan angka penderita diabetes anak, penderita kanker anak. Di ujung sana juga ada dampak Ginjal Akut Anak yang menyebabkan perawatan jangka panjang.
Saya kira podcast tersebut sama sekali bukan mencerminkan sikap institusi Polri. Karena saya sering bergerak dan berdiskusi bersama Bhabinkamtibmas Polri, yang rutin bersentuhan setiap waktu bersama masyarakat. Justru di mata saya dari awal, Polri melalui Bhabinkamtibmasnya adalah garda terdepan dalam mendukung pencapaian vaksin atau imunisasi.
Bahkan dibeberapa tempat, mereka melakukan berbagai kegiatan kreatif untuk mendekatkan layanan vaksin atau imunisasi ini ke masyarakat. Kita masih ingat, di saat pandemic Covid, Bhabinkamtibmas bekerja cekatan dan kreatif bagi massyarakat yang menolak vaksin, takut vaksin, tidak dapat vaksin karena kondisi tertentu, denga mereka jemput bola dengan berbagai kegiatan yang membuat masyarakat nyaman, aman dan mau di vaksin.
Apalagi ini vaksin dasar atau imunisasi dasar lengkap yang harus jadi bekal modal kesehatan yang tinggi untuk pertumbuhan bayi, anak dan remaja. Saya kira ini pendapat sangat personal dari orang tersebut di dalam Podcast Forum Kenegarawanan.
Kalau kita memperhatikan podcast tersebut secara keseluruhan, baik isi podcast maupun komentarnya. Kelihatan merupakan circle pembicaraan yang unik ya, pendapat pendapat seperti itu di tengah masyarakat kita. Seperti mengarah ke pengkultusan individu, ada seperti justifikasi narsum adalah orang orang suci.
Mereka mengarah komentar komentar yang berbaui sinkritisme, radikalisme, pengkultusan individu, merasa benar sendiri, mencampuradukkan agama, menyatakan perang kepada orang orang yang hanya berorientasi dunia untuk dihancurkan. Kemudian isu vaksin atau imunisasi anak hanya menjadi trigger saja, jadi alat masuk untuk membenarkan pendapat mereka, dan anak anak kemudian di libatkan dalam pembicaraan.
Karena ada yang unik dari pesan pesan forum podcast ini. Begitu juga yang berkomentar di Youtube, sepertinya sudah sangat dekat dan sering berinteraksi. Masih circle yang sama. Saya kira jika justru Kepolisian punya patrol cyber, yang sangat memperhatikan pemahaman pemahaman yang berkembang di masyarakat, yang tentunya jika mengarah pada menganggu ketertiban umum, akan ditindak ya.
Untuk edukasi di masyarakat, saya kira sangat penting mengingatkan kembali isi kesepakatan kita dalam Undang Undang Perlindungan Anak bahwa tanggung jawab melindungi anak merupaka tanggung jawab keluarga, pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat. Yang di tekankan pada pasal 44 dimana aspek promotif, preventif, rehabilitatif, dan kuratif di kedepankan. Bahkan dengan UU Kesehatan yang baru di syahkan juga dimasukkan unusr palitatif. Dimana agar anak anak yang berpenyakit berat dan kemungkinan mengalami lebih buruk, tetap dilakukan pelayanan terbaik. Begitu juga KLB yang selama ini hanya memperhatikan untuk wabah penyakit menular, sekarang juga memperhatikan untuk wabah penyakit tidak menular, sehingga ke depan kasus seperti GGAPA dapat di perhatikan Negara.
Sebagaimana tema Hari Anak Nasional tahun ini, Generasi Unggul – Indonesia Maju. Saya kira vaksin atau imunisasi menjadi bagian tidak terpisahkan dari tema, menjadi pengurang dampak kesakitan, pencegahan, pertahanan, dukungan bagi anak, terhindar dari Kejadian Luar Biasa penyakit anak baik yang menular maupun tidak menular. Justru perspektif layanan kesehatan ini, dimulai dari vaksin atau imunisasi menjadi pertama dan utama sejak perencanaan kandungan agar anak anak memiliki modal kesehatan yang tinggi.
Salam Hormat,
*Jasra Putra*
Wakil Ketua KPAI
CP. 0821 1219 3515
